Writing is Thinking

Langkah ketiga: pernyataan poin-poin utama per paragraf atau per bagian

Mulai membentuk pernyataan dari langkah kedua supaya lebih jelas. Perjelasan pesanmu. Apa inti utamanya. Usahakan sesedikit mungkin inti pesanmu, meskipun fakta pendukungnya bisa banyak. Kupas hal-hal yang tidak kuat kaitannya. Inti utama ini adalah hal yang kamu harap akan diingatkan paling kuat oleh pembacamu. Pernyataaan (statement) ini ada dari draft awal. Tanya dirimu ‘kenapa pesan ini penting bagimu?’ ‘ Kenapa menurutmu pesan ini penting untuk pembaca?’

Langkah keempat: “benar tidak?”

Tambahkan elemen pendukung. Elemen pendukung berbentuk argumen, fakta lapangan, survey pendapat, top of minds, dlsb. Di sini kamu mulai masuk ke audience: siapa pembaca, bagaimana mainstreamnya, berapa usianya, apa latar belakang umumnya, apa kebiasaannya, apa yang disukai, apa yang tidak? Dan kaitkan elemen pendukung itu dengan faktor audience ini. Jadikan benang merah, silver lining, fenomena arbitrary atau konsensus itu benar-benar ada juntrungannya dengan mereka. Lempar pancingan semacam “kamu bingung kan tentang hal itu? kenapa begitu? nah… begini loh… blablabla…”

Langkah kelima: editing dan percantik

Di sini gabungkan teknikalitas dan penginderaan kamu: diksi (pilihan kata) untuk memperbaiki atau mengangkat ‘rasa’ kalimat atau paragraf. Perhalus alur penyampaian. Terserah kamu dinamikanya mau dibikin santai, tenang, atau intens, terburu-buru. Kalau tidak rusak ya tidak usah diperbaiki. Cari substitusi sampai berhasil terasa lebih enak. Kaji ulang secara menyeluruh. Periksa apakah perlu ditata ulang semua paragrafnya untuk menjaga momentum. Pikirkan ulang grammar/tata bahasa, komposisi, maknanya.

Sumber Anatinge

Toto

Pages: 1 2

Skip to toolbar