the Blog

“Branding” personal di sosmed

Dalam menyajikan personal official account (akun resmi personal; non perusahaan) bisa dilakukan dengan cara berikut:
  1. Pilih medianya.
    • Coba kamu pilih antara facebook, twitter, instagram, google plus, blogger, youtube, snapchat, periscope, dan banyak tak teringat lainnya. Batasi pergerakanmu dengan memilih satu yang terutama. Yang lain bisa mendukung satu yang terutama.
    • Coba imajinasikan kalau ada klien yang minta tolong supaya kamu membuat disainnya. Beginilah kamu menentukan tampilan akun kamu. Pilih kata sifatnya: ceria, penuh warna, sederhana, minimalis, gelap, indah, monokrom, boutique, distro, retro, pop, jazz, sporty, santai, serius, abstrak, dlsb. Pilihanmu menjadi jati diri si website. Batasi visualnya: foto apa yang perlu ada? foto apa yang tidak perlu ada?
    • Tidak perlu bayar orang untuk melakukan ini semua. Cukup sendiri atau bersama temanmu.
  2. Hal-hal tentangmu.
    • Siapa kamu? Apa paradigmamu? Apa yang membedakan kamu dengan yang lain? Dengan siapa kamu mau berinteraksi? Pertanyaan-pertanyaan ini akan kamu tanyakan pada dirimu untuk memperjelas hal-hal apa saja yang mempersonifikasikan dirimu. Misalnya, kamu seorang petualang yang suka menjelajah alam, mendaki gunung, dan tur provinsi. Kamu seorang penulis yang menyukai pemikiran tentang evolusi genetik dan perubahan mutasinya. Kamu seorang atlit yang tidak begitu suka menulis namun vlogging mengenai rutinitas latihanmu. Kamu seorang musisi yang menulis blog sebagai jurnal pribadimu mengenai minat dan berbagi ilmu. Catat dan cetak supaya kamu bisa membaca tujuan adanya akun milikmu.
    • Tujuanmu apa? Jurnal, edukasi, informasi, catatan pribadi, kolaborasi? Mulailah dariĀ sederhana.
  3. Mulai bikin prototipenya
    • Apa itu prototipe? Prototipe adalah “early sample, model, or release of a product built to test a concept or process or to act as a thing to be replicated or learned from” (yes, i’m quoting wikipedia page) atau bentuk awal produk yang bisa diutak-atik supaya lebih baik.
    • Daftarkan nama websitemu. Sisihkan dananya.
    • Mulai blog itu di website milikmu sendiri. Medium, blogspot, wordpress itu media menarik. Tapi, cobalah untuk memakai ruang gerakmu sendiri dan coba hargai domainmu sendiri. Tidak semua orang bisa langsung terbiasa. Logo? nanti bisa menyusul.
    • Bikin mailing list. Bisa pakai mailchimp. Ini berguna supaya setiap update bisa dikirim ke mereka yang mendaftar.
    • Konten
      • Intinya kamu kudu ngejelasinĀ siapa sih kamu tanpa mengumbar dirimu doang.
      • Coba storytellingnya dibikin menarik dengan metafora, cerita, atau visual. Hal ini juga berlaku untuk vlog kok.
      • Ingat siapa pembacanya.
      • Lagi-lagi, mulai dari sederhana. Jangan lupa baca ulang dan edit tulisan sendiri. Vlog juga perlu skrip loh.
      • This whole thing is like a loop, and hope it’d build on you sooner than you expected.

Seiring konten mulai jalan, proses yang kamu ulang-ulang (repetition mileage jadi penting!) kamu mulai menemukan bentukmu sendiri. Gayamu sendiri. Preferensimu sendiri. This is a start. Lumayan. Nah, di titik ini rasanya pas untuk mendisain logo (atau mendisain ulang) karena feelnya makin berasa.

Just do it. And maybe it’d cost you 2 or 3 domains to get you straight on your feet. Maybe more. Enjoy!
NB. Topik konsistensi dalam personal branding untuk media sosial bisa menjadi sajian sampingan bulan ini. TBH, i don’t know where’d I start.
Skip to toolbar