Bagaimana Menjadi Kreatif?

MENJADI KREATIF

excerpt dari www.community.envato.com/how-to-be-creative/

artikel disusun oleh MannyMusic

How To Be Creative

Inspirasi
Dari mana datangnya inspirasi? Misterius bukan?
Brian Eno menceritakan ide lahir dari interaksi orang-orang yang termotivasi, kemudian lahirlah tren seni.

Melodi pendek, pola warna dan bentuk, urutan gambar; hal tersebut mendatangi kita kapan saja menurut sikap dan stimuli seni dan inderamu.

Ada tiga jenis persepsi: visual, auditori dan kinetik. Setiap orang setidaknya punya salah satu yang dominan.

Pernahkah kau mencoba melihat warna sebagai suara , dan sebaliknya? Atau bagaimana menyentuhnya suara?

Pada akhirnya ini hanya masalah frekuensi dan stimuli saraf yang mana diuraikan otak kita masing-masing.

Hal yang menarik untuk dicoba adalah coba mengganti persepsimu ke jalur yang berbeda untuk mencoba bagaimana rasanya dan apakah mengubah mood pekerjaanmu?

Fixing Ideas

Ide dan inspirasi itu bagus. Cepat datang. Cepat pula pergi.
Jika kita di rumah atau tempat kerja lalu ide mendatangi kita, apakah kita punya segala alat yang diperlukan untuk menangkapnya? Bagaimana ketika di restoran atau di jalan?

Sering waktu kita pakai smartphone untuk menangkap ide.

Aku pribadi bernyanyi kapan saja ada melodi di kepalaku dan membuat notasinya.

Jika kamu bukan musisi, kamu bisa merekam atau menuliskannya begitu detil.

Atau kamu bisa mencoba membuat catatan “visual” dengan pena dan buku saku, atau tablet dan stylus.

The Beginning of Creation

Yang penting adalah memulai dengan gambaran besar bagaimana hasil akhir suatu projek.
Aku biasanya menaruh ide itu dan membuat sketsa dari awal sampai akhir dan menghindari detil yang menghambat alur ini.
Aku menikmati jika memiliki satu ide yang kuat dan membangun di sekelilingnya, membuat elemen-elemen pendukung dan memasang-masangkan. Catatan, bentuk dan gambar hanya alkemi diantara elemen-elemen penyukses.
Lalu, proses pemolesan detil dan nuansa kemudian menjadi fokus dan menambah sentuhan dan nilai.

Having More Ideas
Ketika mengerjakan projek, barangkali kamu terpikir untuk menambahkan ide-ide baru yang bisa jadi lebih kuat daripada ide awal.
Ini bagus, tapi bisa juga justru mengalihkanmu dari target awal.
Jika ini terjadi, kusarankan cobalah bertanya pada dirimu, perlu tidak untuk mulai dari awal lagi? Terutama jika kamu dikejar deadline.
Banyak waktu aku merasa elemen-elemen tambahan dan pernak-pernik itu berguna dan ide baru aku simpan untuk projek selanjutnya supaya bisa dikemas dengan pikiran yang segar.

“Hey ini bagus! Eh tidak, ini parah”
Kadang kita punya ide keren dan memulainya dengan antusias, terus kita pikir lagi “kayanya bukan gini deh awal pemikiranku.”
Ini terjadi karena jurang lebar antara tuntutan dan penilaian.
Kadang ga salah seperti ini. Kadang bisa jadi bagus juga.
Coba fokuskan lagi projekmu mau jadi seperti apa dan utak atik terus sampai kembali di jalur yang kamu inginkan. Kalau ga berhasil juga, coba dicek tuntutan akhirmu apa terlalu berlebihan. Cobalah ambil jalan tengahnya. Jangan terlalu memaksakan diri. Ada kesempatan selanjutnya.

Jadi Stuck
Setelah permulaan yang bagus, akan tiba kebuntuan dan kamu bingung mau bagaimana. Ini normal.
Tidak ada itu yang namanya kehabisan ide, yang ada hanya penilaian dari tempat yang terbatas. Tapi apa ini tentang perspektif?
Coba cek lagi tuntutan akhirnya. Kadang perlu loh untuk mengubah tuntutan hanya untuk lebih praktis saja dan ada hasil jadinya. Selama masih bagus ya oke kan.
Jangan grogi. Ambil waktu istirahat untuk menyegarkan pikiran. Jalan-jalan, dengerin musik, ngopiiii dan apa saja yang spontan. Refresh dan mulai lagi dengan mindset yang berbeda.

Simpulannya
Hal mendasar yang perlu dalam pengerjaan adalah tentukan kapan berhenti dan membiarkannya untuk melangkah maju.
Ini menekankan pentingnya ambil jeda untuk merehatkan projek itu, supaya kembali dengan perspektif segar.
Kita melihat hal dengan berbeda-beda. Apa yang kamu anggap kurang bagus barangkali terasa bagus bagi yang lainnya. Objektivitasmu terganggu kalau kamu terlalu personal dengan pekerjaanmu. Opini orang lain bisa jadi memberi perspektif yang sangat berbeda.

Pertimbangan Akhir
Bagaimanapun teknik pendekatanmu, yang penting menurutku adalah kamu punya workflow yang personal dalam mengembangkan ide. Jika visimu berubah, workflow-mu pun bisa ikut berubah.
Menjadi kreatif memang tantangan; ide dan visimu harus selaras supaya bisa maksimal.
Jangan cemasi perubahan dan tinggalkan zona nyaman lamamu.

Toto
Skip to toolbar