Faring Chris Well!

Chris Cornell, ga salah dibilang legend! 170517

 

Soundgarden

Grup Soundgarden dibentuk pada 1984. Dua tahun sejak dibentuk, kelompok ini serta-merta membangun basis pendengar setia dengan tampil di klub-klub musik di Seattle. Kelompok ini berhasil menempatkan heavy metal dalam peta musik rock alternatif dengan merajut genre blues-rock dari Led Zeppelin dengan melodi pelan dari Black Sabbath. Mereka tidak terang-terangan musik metal. Dengan atribut ala punk, besutan suara gitar dengan pintar dan ironis, hal ini sering dijumpai di kelompok underground Paman Sam di pertengahan 1980-an. Namun, musik mereka bukannya tampil sederhana, kadang menjurus ke psikadelia.

Ikon Soundgarden yang paling keciri adalah suara khas Chris Cornell dan melodi khas gitaris Kim Thayil — paduan mereka mengangkat derajat Soundgarden melampaui langit-langit dunia underground. Soundgarden menjadi salah satu kelompok yang ikut merekam untuk label indie Sub Pop di Seattle dan juga salah satu kelompok beraliran musik grunge yang mengikat kontrak bersama major label saat itu. Kritik mengantisipasi Soundgarden-lah yang segera mendobrak peta rock alternatif dan bukan Nirvana.

Pavitt, salah seorang pendiri kelompok, membuat kontrak dengan Soundgarden pada label Sub Pop pada musim panas 1987. Soundgarden kala itu merilis tunggal berjudul ‘Hunted Down’ merupakan bagian dari EP ‘Screaming Life’ yang dirilis masih di tahun yang sama. EP pertama dan kedua, yang berjudul ‘FOPP’, sama-sama meledak di kalangan musik underground dan mereka mulai mendapat perhatian label utama.

Mereka menandatangi kontrak justru bersama SST alih-alih mengambil peluang dengan label utama, merilis ‘Ultramega OK’ di akhir 1988. Album ini mendapat ulasan yang sangat baik dari pendengar musik alternatif dan metal, yang kemudian disusul album 1989 ‘Louder Than Love’ yang ramai dibicarakan, menerima ulasan positif dan publikasi yang lebih luas, bahkan dinominasikan di Grammy.

Album ketiga Soundgarden, ‘Badmotorfinger’ ketika itu dinanti-nantikan oleh banyak orang. Bisa dibilang cukup berhasil pada 1991, meski sayangnya pencapaian mereka ini dibayang-bayangi oleh kepopuleran album ‘Nevermind’ oleh Nirvana, juga dirilis di bulan yang sama. Ooops. Saat itu adalah momen dimana Soundgarden dipersepsi sebagai salah satu band metal yang turut meroket dalam kebangkitan musik grunge. Mereka menerima sorotan yang mengangkat derajat mereka menjadi bintang musik rock. Di saat yang berdekatan Chris dan Cameron membuat lagu tribut atas kepergian penyanyi Mother Love Bone, Andrew Wood, bersama anggota Pearl Jam.

Pada musim semi 1994 Soundgarden merilis ‘Superunknown’ menyusul projek sampingan Chris bersama Shepherd di kelompok Hater di tahun sebelumnya. ‘Superunknown’ menjadi salah satu rekaman terlaris mereka yang paling memorabel di 1994, beserta lagu ‘Black Hole Son’, meraih penjualan tiga juta kopi album dan dua penghargaan musik Grammys.

Mereka kembali dengan tajuk album ‘Down on the Upside’ pada 1996. Album ini dijual dengan baik hingga mencapai angka platinum namun sayangnya belum dapat  melampaui keberhasilan ‘Superunknown’ dimana respon terhadap grunge saat itu mulai mereda. Tatkala menjalani tur Paman Sam tersiar kabar perselisihan di dalam kelompok. Mereka memutuskan untuk bubar pada 9 April 1997.

Selama akhir 1990 sampai 2000-an, Cornell merilis tiga album solo dan rekaman bersama Audioslave. Pada 2010 Soundgarden mengumumkan reuni dengan beberapa penampilan pada musim panas dan di Lollapalooza. Reuni ini melahirkan kompilasi ‘Telephantasm’ di musim gugur.

Pada 2011, Soundgarden merilis album live pertama mereka ‘Live on I-5’ yang juga menyertakan lagu-lagu yang direkam saat mereka ikut tur untuk ‘Down on the Upside’. Pada musim gugur 2012 mereka mengeluarkan album penuh, yaitu album ke-6, ‘King Animal’. Pada 2014, Soundgarden merayakan perayaan 25 tahun album ‘Superunknown’ dengan merilis ulang dalam dua edisi istimewa.

Sepanjang 2015, Chris menyatakan kalau Soundgarden sedang mengerjakan materi baru untuk album studio dan diumumkan secara resmi pada 2016. Pada Maret 2017 album ‘Ultramega OK’ dirilis ulang dalam edisi istimewa.

Audioslave

Band fenomenal Rage Against The Machine waktu itu ditinggalkan pentolannya Zack de la Rocha pada Oktober 2000. Waktu itu muncul rumor beberapa bulan kemudian tentang Chris Cornell dari Soundgarden menggantikan Zack. Dan bener aja, pada Mei 2001 Ia bergabung dan menyambung projek menulis lagu dan rekaman.

Hanya berganti satu tahun, di Musim Semi 2002 formasi ini berubah nama menjadi Ozzfest. Tidak diduga, belum bahkan mulai tur, Chris sudah keburu cabut meninggalkan Ozzfest. Alasannya, beda arah tujuan.

Ga lama ditinggal, Chris kembali bergabung di musim gugur dengan nama Audioslave. Keren bukan, slave of audio. Seolah terbelenggu mistikus audio. Mereka mengeluarkan lagu tunggal “Cochise”, yang diusung dari nama kepala suku Indian Amerika yang gugur merdeka dan tak terbelenggu. Lagu ini rilis di September 2002, sedangkan album mereka rilis November 2002. Album pertama yang diberi tajuk “Audioslave” menorehkan prestasi multi-platinum dengan keberhasilan tembang “Cochise”, “Like A Stone”, dengan ditopang tur dan promo.

Chris, Morello, Wilk, dan Commerford kembali menelorkan album ke-dua di bulan Mei 2005 dengan nama “Out of Exile”, seolah-olah keluar dari pelarian 3 tahun. Mereka mencatat sejarah dengan tampil di konser di Havana, Cuba, sebagai kelompok musik Paman Sam pertama yang melakukannya. Penampilan mereka di Havana dirilis dalam bentuk DVD.

Album Out of Exile ini juga menoreh penjualan multi platinum ditopang dengan lagu “Be Yourself”, “Doesn’t Remind Me”.

Mereka tidak berlama-lama untuk melahirkan album ketiga yaitu September 2006. Album ketiga berjudul Revelations dirampungkan dalam lima minggu saja! (Hayo, apa kamu bisa seproduktif itu…?) Sebagian lagu-lagu di album sudah pernah direkam di album live di Havana.

Pada 2007 tak selang lama sesudah anggota RATM mengumumkan akan reuni pada festival Coachella, Chris meninggalkan Audioslave dengan alasan pribadi dan alasan selera bermusik. Walhasil, Audioslave tidak memiliki kejelasan masa depan.

 

Chris berpulang pada 17 Mei 2017 sesudah konser Soundgarden di teater FOX di Detroit.


Chris’ Spotify

Toto
0

Leave a Reply

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Skip to toolbar